Kelompok
6:
Indah
Sari – 2001544070
Siti
Khumairah – 2001542046
Dhaniera
Putri – 2001604536
Chandra Wiratta – 2001617274
Kelas : LA14 – Character Building : Agama
LAPORAN KEGIATAN
A.
Pendahuluan
1.
Latar
Belakang
Sikap Toleransi tidak lagi asing untuk kita dengar. Makna dari toleransi sendiri adalah bagaimana
seseorang bisa menghargai atas adanya perbedaan yang dimiliki antar manusia,
mulai dari agama,suku,ras,dan etnis, di Indonesia pun sikap toleransi sangatlah
penting, dilihat dari beragam nya agama di Indonesia. Akan tetapi Sikap
toleransi tersebut sudah mulai pudar seiring perkembangan zaman,banyaknya
pemberitaan-pemberitaan yang berisi provokasi serta konflik antar umat beragama
menjadi sangat lumrah karena ada nya internet dan media sosial. Keadaan itulah
yang membuat sikap toleransi semakin berkurang, intimidasi antar umat beragama
maupun suku dan ras juga semakin bertambah, serta pengetahuan tentang toleransi
pun semakin enggan di praktekan oleh orang-orang.
Berdasarkan hal tersebut, melalui project luar kelas dari Mata Kuliah CB Agama bekerjasama dengan
TFI, timbullah keinginan kami untuk
mengadakan kegiatan Kampanye tentang toleransi umat beragama untuk anak-anak
SMPN 229 Jakarta, Tujuan kami bersosialisasi tentang toleransi kepada anak anak
dari SMP Tersebut, karena sikap toleransi harus bisa ditanamkan sejak dini, dan
nilai praktek sikap toleransi pada orang-orang adalah bagaimana cara mereka
menanamkan sedalam dalam nya sikap toleransi sejak usia kecil sampai remaja.
Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak SMP tersebut akan lebih mengenal sikap
toleransi antar umat beragama terutama di Indonesia untuk menjadi generasi
penerus bangsa yang cerdas dan peka terhadap toleransi di Negara nya.
B.
Konsep
Dimensi
Toleransi berasal dari
bahasa Latin “Tolerare”.Pengertian Toleransi menurut bahasa adalah menahan
diri, bersikap sabar, membiarkan orang berpendapat lain dan berhati lapang terhadap
orang-orang yang memiliki pendapat berbeda.
Pengertian Toleransi menurut
istilah adalah sikap menghargai dan membebaskan orang lain untuk berpendapat
dan melakukan hal yang tidak sependapat dengan kita tanpa melakukan intimidasi
terhadap orang atau kelompok tersebut.
Perilaku Toleransi dapat di
wujudkan dalam berbagai bentuk, diantaranya memelihara persatuan dan kesatuan,
menghargai rumah ibadah antar umat beragama, menghargai kegiatan keagamaan
antar umat beragama, serta menciptaka kebaikan dan kerukunan antar sesama.
Toleransi yang positif
adalah toleransi yang ditumbuhkan oleh kesadaran yang bebas dari segala macam
tekanan atau pengaruh, serta terhindar dari sikap Syirik dan Munafik. Oleh
karena itu, pengertian toleransi beragama adalah pengakuan adanya kebebasan
setiap warga untuk memeluk agama yang menjaga keyakinan dan kebebasannya untuk
menjalankan ibadahnya. Toleransi beragama menuntut kejujuran, kebesaran jiwa,
kebijaksanaan dan tanggung jawab sehingga menumbuhkan perasaan solidaritas dan mengeliminasi
egoisme golongan. Toleransi beragama bukanlah sesuatu yang dapat
dicampuradukan, melainkan mewujudkan ketenangan, saling menghargai, bahkan
sebenarnya lebih dari itu, antar pemeluk agama harus dibina untuk gotong-royong
dalam membangun masyarakat kita sendiri dan demi kebahagiaan bersama.
Sekarang kita berada pada
masa modern, dimana kita sudah mempunyai kecanggihan dalam bidang teknologi,
kuatnya teknologi media social dan internet akan sangat berpengaruh buruk untuk
sikap toleransi antar umat beragama, banyaknya provokasi-provokasi yang timbul
serta kata-kata kebencian yang di sebarkan oleh orang-orang syirik akan
mempengaruhi perasaan toleransi antar umat beragama,Oleh karena itu, kita harus
siap menghadapi segala bentuk ancaman demi mempersatukan perbedaan dan
menghargai setiap perbedaan tersebut.
Sikap Toleransi antar umat beragama harus ditanamkan
kepada anak sejak usia dini dan usia remaja, agar menjadi manusia yang dapat
menghargai satu sama lain. misalnya menghargai setiap hari raya umat beragama
dengan tidak mendiskriminasi satu sama lain antar agama yang berbeda. Akan tetapi, rasa Toleransi
antar umat beragama sekarang ini sudah semakin berkurang. Banyak
kalangan-kalangan muda yang ssemakin berkembangnya zaman menjadi semakin tidak peduli
terhadap sikap toleransi tersebut, seringnya perlakuan diskriminasi kepada
minoritas atau permikiran negative kepada kaum mayoritas membuat masyarakat
menjadi tidak memiliki rasa kemanusiaan dan menjadi tidak peduli dengan
sekitarnya.
Kesalahan masyarakat saat
ini dikarenakan sejak kecil sampai remaja mereka kurang benar-benar menghayati
tentang pentingnya toleransi beragama dan penghayatan kepada kitab suci agama
masing-masing untuk mencintai sesame manusia.
Oleh karena itu, konsep yang
kami gunakan untuk project ini adalah Menanamkan Rasa toleransi antar umat
beragama pada anak anak remaja agar mereka bisa mengenal banyaknya
agama,budaya,suku ras yang ada di Indonesia serta tahu bagaimana cara mencintai
sesama manusia walau dengan adanya perbedaan tersebut.
Hal-hal yang kami terapkan
disana adalah dengan cara mensosialisasikan tentang Keanekaragaman suku,ras,
budaya, serta agama yang ada di Indonesia, dengan memberikan pengertian yang
baik tentang keanekaragaman tersebut dan berhenti untuk mendiskriminasi kaum
lain, kami juga menjelaskan mengenai cara bekerjasama antar umat beragama
melalui dialog bertingkat yang kemudian kami jadikan itu sebagai dasar kasus
diskusi untuk mereka berdiskusi bagaimana menanggapi masalah – masalah
toleransi di Indonesia dengan menggunakan dialog tersebut.
Dengan itu, remaja-remaja
saat ini bisa memiliki rasa rasa toleransi antar umat beragama yang baik, dan
bisa mengingatnya serta menerapkannya di kehidupan sehari-hari sampai mereka
beranjak dewasa.
C.
Pelaksanaan
Kegiatan
1.
Pelaksanaan
Kegiatan
Hari/Tanggal : Selasa/22Mei2018
Waktu : Pukul09.00sampai11.00
Tempat : SMPN 229 Jakarta
Waktu : Pukul09.00sampai11.00
Tempat : SMPN 229 Jakarta
Kegiatan yang kami lakukan di SMPN 229 Jakarta
adalah mengadakan kampanye kepada anak-anak SMP tersebut, dimana kami di percayai untuk mengisi 2 kelas di
hari itu yaitu kelas 8-5 dan kelas 7-4.kami di beri waktu 30 menit yaitu satu
jam pelajaran, yang telah kami sampaikan
dan tekankan adalah mengenai pentingnya
toleransi antar umat beragama, kami mengajarkan secara garis pengetahuan umum
tentang agama-agama yang ada di Indonesia, serta memberitahu pentingnya
toleransi atar umat beragama untuk kesejahteraan umum, lalu kami juga
menjelaskan tentang pentingnya kerjasama antar umat beragama untuk membangun
toleransi, dan cara untuk bekerjasama antar umat beragama yang bisa dilakukan
salahsatu nya dengan dialog bertingkat,
Sosialisasi itu disambut baik oleh anak-anak tersebut. Kemudian kami juga mengadakan
games dengan metode diskusi kecil yang dilakukan oleh beberapa kelompok. Kami
memberi tema tentang “Bagaimana mengatasi kuranganya rasa toleransi antar
beragama melalui dialog yang terlah dijelaskan”, jawaban yang menurut kami
paling mendekati benar lah nantinya yang akan mendapatkan hadiah.
2.
Rundown
Kegiatan
Waktu kegiatan sosialisasi 30’ di kelas 8-5 dan 7-4:
Waktu
|
Kegiatan
|
Pengisi
|
07.30 - 07.35
|
Pembukaan
|
Semuanya
|
07.35 - 07.40
|
Toleransi
itu apa?
Agama
apa aja yang di akui di indonesia? Selain agama yang di akui
apakah ada lagi?
|
Chandra
|
07.40 - 07.45
|
Sikap
toleransi di indonesia semakin berkurang
Bagaimana menanamkan rasa toleransi pada diri sendiri? Contoh toleransi
|
Mira
|
07.45 - 07.50
|
Dialog
antar umat beragama
|
Indah
|
07.50 - 07.55
|
Diskusi (bagi 4 kelompok)
|
Nira
|
07.55 - 08.00
|
Bagi hadiah, Penutupan
|
Semuanya
|
D.
Refleksi
Individu
1.
Indah
Sari
Refleksi
untuk diri saya setelah melakukan kegiatan sosialisasi ini adalah saya merasa lebih mengerti akan perbedaan-perbedaan
antar umat beragama yang jelas tidak bisa kita hindari dan harus dapat kita
hadapi dengan bijaksana, lebih peduli terhadap pentingnya kebersamaan antar
umat beragama terutama di Indonesia dengan terdapatnya konflik-konflik perpecahan
yang membawa unsur agama. Saya merasa senang melihat adik-adik
SMPN 229 yang sudah dapat mengerti bahwa konflik-konflik yang terjadi tidak ada
sangkut pautnya dengan agama, karena apa yang dilakukan oleh seseorang atau
sekelompok orang itu dilakukan atas kehendak mereka sendiri, bukan kehendak
agama. Dan saya merasa senang sudah dapat berbagi ilmu kepada adik-adik di
SMPN 229 yang dengan aktif mengikuti kegiatan yang kami lakukan.
2.
Siti
Khumairah
Refleksi untuk diri saya setelah melakukan
kegiatan tersebut adalah perasaan senang telah berbagi ilmu kepada anak – anak
tentang bagaimana pentingnya menanamkan rasa toleransi kepada diri sendiri,
banyak dari mereka yang mungkin masih berfikir untuk mendiskriminasi kaum lain
dan mungkin banyak pengetahuan soal pentingnya toleransi untuk diri mereka dan
banyak orang yang belum mereka pahami, dan saya senang sekali dengan sambutan
yang baik dari semua guru di SMPN 229 dan murid murid yang di ajar. Mereka
sangat aktif sehingga saya lebih semangat dalam menjelaskan materi yang telah
disiapkan. Saya harap, ilmu yang saya dan teman teman lain berikan akan selalu
di ingat oleh mereka, dan di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga apa
yang saya bicarakan tentang kebaikan bisa saya terapkan juga di kehidupan saya
sehari-hari.
3.
Dhaniera
Putri
Tujuan project kami mengajarkan sikap toleransi kepada para pelajar
yaitu agar mereka lebih memahami bahwa toleransi itu sangat penting. kami
mengajarkan toleransi dalam agama karena belakangan ini terdapat banyak konflik
yang mengatas namakan agama. kami ingin para pelajar paham bahwa agama
seharusnya menciptakan kedamaian, bukan konflik.
Refleksi diri yang saya dapatkan yaitu saya senang karena para pelajar
sangat antusias dalam kelas kami. mereka menunjukkan bahwa mereka paham akan
pentingnya toleransi di indonesia berdasarkan soal latihan yg telah kami
berikan. Saya mendapatkan pelajaran bahwa toleransi dalam agama dapat mengubah sifat dan perlakuan manusia menjadi lebih baik. Saya dapat ebih menghargai segala perbedaan di Indonesia.
4.
Chandra
Wiratta
Yang saya dapatkan dari kegiatan ini adalah bahwa pentingnya pendidikan
mengenai keagamaan secara universal khususnya mengenai toleransi beragama itu
pada anak-anak berusia dini karna dengan mengajar tentang toleransi dari usia
dini dapat menanamkan nilai-nilai yang baik pada diri tiap murid jadi nanti
jika sudah beranjak dewasa mereka lebih besar kemungkinannya menjadi orang -
oramg yg toleran dan tidak radikalis dan primordialisme terhadap suatu ajaran
atau suatu kelompok tertentu.
E.
Kesimpulan
Kesimpulan dari project kita ini adalah untuk
mengenalkan tentang toleransi khususnya kepada orang-orang yang masih muda yang
merupakan generasi penerus bangsa misalnya anak-anak SMP.
Kenapa kita mengkhususkan pada topik toleransi karna
akhir - akhir ini akibat banyaknya konflik seperti teroris toleransi antara
umat beragama mulai berkurang orang-orang jadi mudah terprovokasi karna masalah
tersebut jadi kita mencoba menanamkan sikap toleransi itu pada kaum muda agar
mereka sebagai penerus bangsa tidak mudah terprovokasi dan tidak menjadi orang
yang memiliki sikap radikalisme.
F.
Daftar
Pustaka
Buku Ajar CB Agama Team CBDC Universitas Bina Nusantara
G.
Lampiran












