Minggu, 03 Juni 2018

Sosialisasi Tentang Toleransi antar Umat Beragama di SMPN 229 Jakarta


Kelompok 6:

Indah Sari – 2001544070
Siti Khumairah – 2001542046
Dhaniera Putri – 2001604536
Chandra Wiratta – 2001617274

Kelas : LA14 – Character Building : Agama

LAPORAN KEGIATAN
A.    Pendahuluan
1.      Latar Belakang
Sikap Toleransi  tidak lagi asing untuk kita dengar.  Makna dari toleransi sendiri adalah bagaimana seseorang bisa menghargai atas adanya perbedaan yang dimiliki antar manusia, mulai dari agama,suku,ras,dan etnis, di Indonesia pun sikap toleransi sangatlah penting, dilihat dari beragam nya agama di Indonesia. Akan tetapi Sikap toleransi tersebut sudah mulai pudar seiring perkembangan zaman,banyaknya pemberitaan-pemberitaan yang berisi provokasi serta konflik antar umat beragama menjadi sangat lumrah karena ada nya internet dan media sosial. Keadaan itulah yang membuat sikap toleransi semakin berkurang, intimidasi antar umat beragama maupun suku dan ras juga semakin bertambah, serta pengetahuan tentang toleransi pun semakin enggan di praktekan oleh orang-orang.
Berdasarkan  hal tersebut, melalui project luar kelas  dari Mata Kuliah CB Agama bekerjasama dengan TFI, timbullah keinginan  kami untuk mengadakan kegiatan Kampanye tentang toleransi umat beragama untuk anak-anak SMPN 229 Jakarta, Tujuan kami bersosialisasi tentang toleransi kepada anak anak dari SMP Tersebut, karena sikap toleransi harus bisa ditanamkan sejak dini, dan nilai praktek sikap toleransi pada orang-orang adalah bagaimana cara mereka menanamkan sedalam dalam nya sikap toleransi sejak usia kecil sampai remaja. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak SMP tersebut akan lebih mengenal sikap toleransi antar umat beragama terutama di Indonesia untuk menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas dan peka terhadap toleransi di Negara nya.

B.     Konsep Dimensi
Toleransi berasal dari bahasa Latin “Tolerare”.Pengertian Toleransi menurut bahasa adalah menahan diri, bersikap sabar, membiarkan orang berpendapat lain dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda.
Pengertian Toleransi menurut istilah adalah sikap menghargai dan membebaskan orang lain untuk berpendapat dan melakukan hal yang tidak sependapat dengan kita tanpa melakukan intimidasi terhadap orang atau kelompok tersebut.
Perilaku Toleransi dapat di wujudkan dalam berbagai bentuk, diantaranya memelihara persatuan dan kesatuan, menghargai rumah ibadah antar umat beragama, menghargai kegiatan keagamaan antar umat beragama, serta menciptaka kebaikan dan kerukunan antar sesama.
Toleransi yang positif adalah toleransi yang ditumbuhkan oleh kesadaran yang bebas dari segala macam tekanan atau pengaruh, serta terhindar dari sikap Syirik dan Munafik. Oleh karena itu, pengertian toleransi beragama adalah pengakuan adanya kebebasan setiap warga untuk memeluk agama yang menjaga keyakinan dan kebebasannya untuk menjalankan ibadahnya. Toleransi beragama menuntut kejujuran, kebesaran jiwa, kebijaksanaan dan tanggung jawab sehingga menumbuhkan perasaan solidaritas dan mengeliminasi egoisme golongan. Toleransi beragama bukanlah sesuatu yang dapat dicampuradukan, melainkan mewujudkan ketenangan, saling menghargai, bahkan sebenarnya lebih dari itu, antar pemeluk agama harus dibina untuk gotong-royong dalam membangun masyarakat kita sendiri dan demi kebahagiaan bersama.
Sekarang kita berada pada masa modern, dimana kita sudah mempunyai kecanggihan dalam bidang teknologi, kuatnya teknologi media social dan internet akan sangat berpengaruh buruk untuk sikap toleransi antar umat beragama, banyaknya provokasi-provokasi yang timbul serta kata-kata kebencian yang di sebarkan oleh orang-orang syirik akan mempengaruhi perasaan toleransi antar umat beragama,Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi segala bentuk ancaman demi mempersatukan perbedaan dan menghargai setiap perbedaan tersebut.
Sikap Toleransi antar umat beragama harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini dan usia remaja, agar menjadi manusia yang dapat menghargai satu sama lain. misalnya menghargai setiap hari raya umat beragama dengan tidak mendiskriminasi satu sama lain antar agama yang berbeda. Akan tetapi, rasa Toleransi antar umat beragama sekarang ini sudah semakin berkurang. Banyak kalangan-kalangan muda yang ssemakin berkembangnya zaman menjadi semakin tidak peduli terhadap sikap toleransi tersebut, seringnya perlakuan diskriminasi kepada minoritas atau permikiran negative kepada kaum mayoritas membuat masyarakat menjadi tidak memiliki rasa kemanusiaan dan menjadi tidak peduli dengan sekitarnya.
Kesalahan masyarakat saat ini dikarenakan sejak kecil sampai remaja mereka kurang benar-benar menghayati tentang pentingnya toleransi beragama dan penghayatan kepada kitab suci agama masing-masing untuk mencintai sesame manusia. 
Oleh karena itu, konsep yang kami gunakan untuk project ini adalah Menanamkan Rasa toleransi antar umat beragama pada anak anak remaja agar mereka bisa mengenal banyaknya agama,budaya,suku ras yang ada di Indonesia serta tahu bagaimana cara mencintai sesama manusia walau dengan adanya perbedaan tersebut.
Hal-hal yang kami terapkan disana adalah dengan cara mensosialisasikan tentang Keanekaragaman suku,ras, budaya, serta agama yang ada di Indonesia, dengan memberikan pengertian yang baik tentang keanekaragaman tersebut dan berhenti untuk mendiskriminasi kaum lain, kami juga menjelaskan mengenai cara bekerjasama antar umat beragama melalui dialog bertingkat yang kemudian kami jadikan itu sebagai dasar kasus diskusi untuk mereka berdiskusi bagaimana menanggapi masalah – masalah toleransi di Indonesia dengan menggunakan dialog tersebut.
Dengan itu, remaja-remaja saat ini bisa memiliki rasa rasa toleransi antar umat beragama yang baik, dan bisa mengingatnya serta menerapkannya di kehidupan sehari-hari sampai mereka beranjak dewasa.

C.     Pelaksanaan Kegiatan
1.      Pelaksanaan Kegiatan
Hari/Tanggal         : Selasa/22Mei2018
Waktu                   : Pukul09.00sampai11.00
Tempat                  : SMPN 229 Jakarta

Kegiatan yang kami lakukan di SMPN 229 Jakarta adalah mengadakan kampanye kepada anak-anak SMP tersebut, dimana  kami di percayai untuk mengisi 2 kelas di hari itu yaitu kelas 8-5 dan kelas 7-4.kami di beri waktu 30 menit yaitu satu jam pelajaran,  yang telah kami sampaikan dan tekankan adalah  mengenai pentingnya toleransi antar umat beragama, kami mengajarkan secara garis pengetahuan umum tentang agama-agama yang ada di Indonesia, serta memberitahu pentingnya toleransi atar umat beragama untuk kesejahteraan umum, lalu kami juga menjelaskan tentang pentingnya kerjasama antar umat beragama untuk membangun toleransi, dan cara untuk bekerjasama antar umat beragama yang bisa dilakukan salahsatu nya  dengan dialog bertingkat, Sosialisasi itu disambut baik oleh anak-anak tersebut. Kemudian kami juga mengadakan games dengan metode diskusi kecil yang dilakukan oleh beberapa kelompok. Kami memberi tema tentang “Bagaimana mengatasi kuranganya rasa toleransi antar beragama melalui dialog yang terlah dijelaskan”, jawaban yang menurut kami paling mendekati benar lah nantinya yang akan mendapatkan hadiah.

2.      Rundown Kegiatan
Waktu kegiatan sosialisasi 30’ di kelas 8-5 dan 7-4:

Waktu
Kegiatan
Pengisi
07.30 - 07.35
Pembukaan
Semuanya
07.35 - 07.40
Toleransi itu apa?                 
Agama apa aja yang di akui di indonesia?                              Selain agama yang di akui apakah ada lagi?
Chandra
07.40 - 07.45
Sikap toleransi di indonesia semakin berkurang   Bagaimana menanamkan rasa toleransi pada diri sendiri?  Contoh toleransi                         
Mira
07.45 - 07.50
Dialog antar umat beragama
Indah
07.50 - 07.55
Diskusi (bagi 4 kelompok)
Nira
07.55 - 08.00
Bagi hadiah, Penutupan
Semuanya

D.    Refleksi Individu
1.      Indah Sari
Refleksi untuk diri saya setelah melakukan kegiatan sosialisasi ini adalah saya merasa lebih mengerti akan perbedaan-perbedaan antar umat beragama yang jelas tidak bisa kita hindari dan harus dapat kita hadapi dengan bijaksana, lebih peduli terhadap pentingnya kebersamaan antar umat beragama terutama di Indonesia dengan terdapatnya konflik-konflik perpecahan yang membawa unsur agama. Saya merasa senang melihat adik-adik SMPN 229 yang sudah dapat mengerti bahwa konflik-konflik yang terjadi tidak ada sangkut pautnya dengan agama, karena apa yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang itu dilakukan atas kehendak mereka sendiri, bukan kehendak agama. Dan saya merasa senang sudah dapat berbagi ilmu kepada adik-adik di SMPN 229 yang dengan aktif mengikuti kegiatan yang kami lakukan.

2.      Siti Khumairah
Refleksi untuk diri saya setelah melakukan kegiatan tersebut adalah perasaan senang telah berbagi ilmu kepada anak – anak tentang bagaimana pentingnya menanamkan rasa toleransi kepada diri sendiri, banyak dari mereka yang mungkin masih berfikir untuk mendiskriminasi kaum lain dan mungkin banyak pengetahuan soal pentingnya toleransi untuk diri mereka dan banyak orang yang belum mereka pahami, dan saya senang sekali dengan sambutan yang baik dari semua guru di SMPN 229 dan murid murid yang di ajar. Mereka sangat aktif sehingga saya lebih semangat dalam menjelaskan materi yang telah disiapkan. Saya harap, ilmu yang saya dan teman teman lain berikan akan selalu di ingat oleh mereka, dan di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga apa yang saya bicarakan tentang kebaikan bisa saya terapkan juga di kehidupan saya sehari-hari.

3.      Dhaniera Putri
Tujuan project kami mengajarkan sikap toleransi kepada para pelajar yaitu agar mereka lebih memahami bahwa toleransi itu sangat penting. kami mengajarkan toleransi dalam agama karena belakangan ini terdapat banyak konflik yang mengatas namakan agama. kami ingin para pelajar paham bahwa agama seharusnya menciptakan kedamaian, bukan konflik.
Refleksi diri yang saya dapatkan yaitu saya senang karena para pelajar sangat antusias dalam kelas kami. mereka menunjukkan bahwa mereka paham akan pentingnya toleransi di indonesia berdasarkan soal latihan yg telah kami berikan. Saya mendapatkan pelajaran bahwa toleransi dalam agama dapat mengubah sifat dan perlakuan manusia menjadi lebih baik. Saya dapat ebih menghargai segala perbedaan di Indonesia. 

4.      Chandra Wiratta
Yang saya dapatkan dari kegiatan ini adalah bahwa pentingnya pendidikan mengenai keagamaan secara universal khususnya mengenai toleransi beragama itu pada anak-anak berusia dini karna dengan mengajar tentang toleransi dari usia dini dapat menanamkan nilai-nilai yang baik pada diri tiap murid jadi nanti jika sudah beranjak dewasa mereka lebih besar kemungkinannya menjadi orang - oramg yg toleran dan tidak radikalis dan primordialisme terhadap suatu ajaran atau suatu kelompok tertentu.

E.     Kesimpulan
Kesimpulan dari project kita ini adalah untuk mengenalkan tentang toleransi khususnya kepada orang-orang yang masih muda yang merupakan generasi penerus bangsa misalnya anak-anak SMP.
Kenapa kita mengkhususkan pada topik toleransi karna akhir - akhir ini akibat banyaknya konflik seperti teroris toleransi antara umat beragama mulai berkurang orang-orang jadi mudah terprovokasi karna masalah tersebut jadi kita mencoba menanamkan sikap toleransi itu pada kaum muda agar mereka sebagai penerus bangsa tidak mudah terprovokasi dan tidak menjadi orang yang memiliki sikap radikalisme.

F.      Daftar Pustaka
Buku Ajar CB Agama Team CBDC Universitas Bina Nusantara

G.     Lampiran








Minggu, 07 Januari 2018

Recycling with Tzu Chi

Kelompok 3:
Siti Khumairah – 2001542046
Indah Sari – 2001544070
Rhesa Widyana Hefny – 2001596774
Dhaniera Putri – 2001604536
Dama Yoga Agung Winata – 2001613036
Djihan Qfan Hirawan – 2001604946
Suwandy Wijaya – 2001625313

LAPORAN KEGIATAN
A.    Pendahuluan

Permasalahan lingkungan merupakan isu yang tidak bisa di hindarkan. Saat ini sampahmerupakan masalah lingkungan yang sangat serius yang harus di hadapi masyarakat Indonesia pada umumnya. Bisa dikatakan sampah setiap hari di hasilkan oleh ibu-ibu rumah tangga, Baik itu sampah organik maupun anorganik. Namun yang memprihatinkan, sampah-sampah yang dihasilkan tersebut malah dibuang sembarangan di berbagai tempat, dan efeknya akan merusak lingkungan yang ada di sekitarnya. Jumlah produksi sampahsetiap tahun akan bertambah seiring dengan bertambah jumlah penduduk.

Pemerintah saat ini telah berupaya dengan berbagai cara untuk mengatasi masalah sampah. Terutama masalah sampahanorganik namun belum mencapai titik kesempurnaan. Hal ini dikarenakan jumlah sampah yang ada di Indonesia sangat tinggi. Sehingga pemerintah kesulitan untuk menentukan cara yang tepat untuk menyelesaikannya.

Mengingat pentingnya menjaga lingkungan dari sampah, kami memilih untuk melakukan kegiatan daur ulang dimana kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang optimal untuk menanggulangi sampah. Kami melakukan kegiatan ini di salah satu depo pendidikan pelestarian lingkungan yang beralamatkan di Jl. Kosambi Timur Raya Blok E9 No. 38, RT. 13/RW. 1, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat milik Bapak Joni.
Selama 4 sesi (100 menit/sesi) kami akan melakukan berbagai kegiatan daur ulang bersama dengan warga lainnya.

B.     Masalah

-          Kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia tentang kebersihan lingkungan
-          Kurangnya kepeduliaan masyarakat terhadap sampah
-          Masyarakat masih belum terbiasa untuk memilah sampah organik dan non-organik

C.     Metode Kegiatan

Identitas Sekolah:
Nama Sekolah: Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi
Alamat            : Jl. Kosambi Timur Raya Blok E9 No. 38, RT. 13/RW. 1, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat

Waktu dan jadwal kegiatan:
Project luar kelas Character Building: Kewarganegaraan dilakukan setiap hari Rabu. Dimulai dari tanggal 25 Oktober 2017 – 22 November 2017 Pukul 09:00 – 11:00.


Kegiatan yang kami lakukan adalah sosialisasi dan ikut serta membantu proses pengerjaan daur ulang sampah yang ada di yayasan Tzu Chi, Jakarta Barat bersama orang-orang lanjut usia yang kegiatan keseharian nya membantu disana. Adapun metode kegiatan yang kami lakukan  dalam kegiatan ini , diantaranya  praktek pemisahan sampah-sampah bekas. Contoh pemisahan sampah yang akan kami bawakan adalah memisahkan sampah pelastik kedalam wadah yang berbeda-beda sesuai fungsinya yang nantinya akan di daur ulang menjadi sebuah benda yang bernilai.

D.    Teori Konsep

Hidup bersih sehat, bahagia, dan sejahtra adalah dambaan setiap orang.dalam hal ini sikap kepedulian lingkungan harus di pupuk terus menerus supaya nanti menjadi manusia yang mempunyai kepedulian lingkungan yang tinggi sehingga tidak lagi ada kerusakan lingkungan akibat ulah manusia di kemudian hari. Kepedulian lingkungan dapat dinyatakan dengan sikap mendukung atau memihak terhadap lingkungan, yang dapat diwujudkan dalam kesediaan diri untuk menyatakan aksi-aksi yang dapat meningkatkan dan memelihara kualitas lingkungan dalam setiap perilaku yang berhubungan dengan lingkungan.  Dari pengertian ini dapat dikatakan pula kepedulian lingkungan seseorang rendah jika seseorang tidak mendukung atau tidak memihak terhadap lingkungan dan kepedulian lingkungan tinggi jika seseorang mendukung atau memihak terhadap lingkungan.

 Menjaga lingkungan tetap bersih merupakan hal yang sangat penting. Menjaga lingkungan agar tetap bersih sangatlah mudah, tetapi penerapannya saja yang sulit untuk dilakukan. Namun jika sering dilakukan itu akan membuat kita terbiasa untuk selalu menjaga lingkungan agar tetap bersih. Apabila sejak dini kita diajarkan oleh orang tua kita tentang arti sebuah hidup yang sehat maka itu akan membuat kita terbiasa menjaga lingkungan agar tetap bersih. Saat ini saja masih banyak orang membuang sampah sembarangan, apalagi di kota-kota besar sering sekali mereka membuang sampah saenaknya saja. Dengan menjaga lingkungan agar tetap bersih kita harus melakukanya dengan hal yang terkecil terlebih dahulu misalnya, membuang sampah pada tempatnya. Seandainya lingkungan bersih dan nyaman itu akan membuat hati kita terasa damai karena dengan menjaga lingkungan agar tetap bersih itu akan membuat kita jauh dari berbagai macam penyakit.

Salah satu cara menjaga kebersihan sekaligus mengurangi jumlah sampah yaitu dengan daur ulang sampah. Daur ulang sampah adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Replace).

Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemprosesan material baru untuk proses produksi.

Oleh sebab itu, kami dari kelompok tiga CB Kewarganegaraan berusaha menamkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar dan juga mensosialisasi sikap peduli lingkungan dengan cara daur ulang sampah pada kalangan remaja, kami yakin remaja memiliki peran penting di lingkungannya dan kelak akan menjadi generasi penerus bangsa. Di sinilah remaja perlu dibekali kesadaran pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

E.     Pelaksanaan

Pertemuan 1: Memilah kertas untuk daur ulang
Hari / Tanggal : Rabu / 25 Oktober 2017
Waktu             : Pukul 09.00 sampai 11.00
Tempat            : Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi

Pada tanggal 25 Oktober kami semua menuju Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi yang berlokasi di Jl. Kosambi Timur Raya Blok E9 No. 38, RT. 13/RW. 1, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Sebelumnya kami sudah melakukan survey melalui telepon, sehingga kami hanya perlu langsung dating ke lokasi. Sesampainya disana, kami disambut dan dijelaskan lebih lanjut mengenai apa saja yang dikerjakan di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi. Mereka sudah mempunyai jadwal setiap harinya. Untuk tanggal 25 Oktober, jadwal saat itu adalah memilah kertas untuk daur ulang. Kami semua memisahkan kertas-kertas yang berwarna dengan yang tidak berwarna. Setelah semua selesai, kami pamit dan akan kembali tiap hari Rabu dikarenakan tidak ada kelas pada hari tersebut.

Pertemuan 2: Membersihkan botol-botol bekas

Hari / Tanggal : Rabu / 1 November 2017
Waktu             : Pukul 09.00 sampai 11.00
Tempat            : Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi

Pada tanggal 1 November kami semua menuju Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi yang berlokasi di Jl. Kosambi Timur Raya Blok E9 No. 38, RT. 13/RW. 1, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Jadwal saat itu adalah membersihkan botol-botol bekas. Kami semua membersihkan bekas air minum gelas dari plastic yang berwarnanya. Setelah semua selesai, kami pamit pulang.

Pertemuan 3: Memilah sampah basah dan kering
Hari / Tanggal : Rabu / 8 November 2017
Waktu             : Pukul 09.00 sampai 11.00
Tempat            : Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi

Pada tanggal 8 November kami semua menuju Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi yang berlokasi di Jl. Kosambi Timur Raya Blok E9 No. 38, RT. 13/RW. 1, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Jadwal saat itu adalah memilah sampah basah dan kering. Kami semua memisahkan sampah basah seperti bekas botol minum dan sampah kering seperti kardus bekas. Setelah semua selesai, kami pamit pulang.

Pertemuan 4: Memilah kantong kresek
Hari / Tanggal : Rabu / 15 November 2017
Waktu             : Pukul 09.00 sampai 11.00
Tempat            : Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi

Pada tanggal 15 November kami semua menuju Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi yang berlokasi di Jl. Kosambi Timur Raya Blok E9 No. 38, RT. 13/RW. 1, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Jadwal saat itu adalah memilah kantong kresek. Kami semua bersama-sama memilah kantong kresek. Setelah semua selesai, kami pamit pulang.

Pertemuan 5: Kerja bakti membersihkan lingkungan
Hari / Tanggal : Rabu / 22 November 20017
Waktu             : Pukul 09.00 sampai 11.00
Tempat            : Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi

Pada tanggal 15 November kami semua menuju Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi yang berlokasi di Jl. Kosambi Timur Raya Blok E9 No. 38, RT. 13/RW. 1, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Jadwal saat itu adalah kerja bakti membersihkan lingkungan. Kami semua Bersama-sama membersihkan area Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi. Setelah semua selesai, kami pamit pulang dan berterima kasih atas keramahan Bapak Ibu di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi yang telah menerima kami.

F.      Hasil

Sampah adalah barang bekas yang sudah tidak di pakai akan tetapi, sampah dapat di olah kembali. sampah yang tadinya sebagai barang buangan, kotor, berbau, dan menimbulkan penyakit, dapat di gunakan sebagai daur ulang sampah. sampah digolongkan menjadi dua yaitu: sampah organik dan sampah anorganik. sampah organik adalah sampah yang dapat didaur ulang, sedangkan sampah anorganik sampah yang tidak dapat di daur ulang.sampah yang telah diolah akan memiliki ekonomi yang tinggi dari pada barang yang sebelumnya. sampah dapat di daur ulang dengan tiga tahap yaitu: megumpulkan, memilah, dan melakukan daur ulang. daur ulang sampah dapat menambah penghasilan ekonomi yang tinggi karena bahan dari daur ulang sampah adalah sampah.

G.    Kesimpulan

Dari hasil project luar kelas yang kami laksanakan di Depo Kelestarian alam Tzu chi terlihat bahwa penyambutan orang-orang di dalam depo tersebut sangatlah baik, pembagian tugas untuk barang-barang bekas diatur sedemikian rupa agar bisa sesuai dengan kemampuan para sukarelawan yang rata-rata adalah orang-orang lanjut usia. Penerapan nilai-nilai kewarganegaraan yang baik juga terlihat antar sesama sukarelawan terhadap kami, keagamaan disana dijunjung kuat sekali, bagaimana setiap siang hari ada kegiatan makan bersama yang diikuti seluruh sukarelawan dengan membaca doa terlebih dahulu sebelum menyantap makanan, dan pembacaan doa itu dilakukan dengan hikmat dan sesama, akan tetapi toleransi pun sangat kuat disana. Rasa tolong menolong dan saling membagi juga sangat tinggi sehingga melakukan kegiatan daur ulang bersama sangat terasa perasaan kekeluargaan yang kuat.

Refleksi masing-masing anggota kelompok:

Rhesa Widyana H:
Refleksi untuk diri saya dengan melakukan kegiatan ini yaitu sangat penting bagi kita untuk segera mengambil tindakan bertanggung jawab atas sampah pasca konsumsi agar tidak menumpuk lalu mencemari lingkungan. Salah satu caranya adalah dengan mendesain ulang sampah atau menarik/mengumpulkan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai untuk dilakukan daur ulang.
Menurut saya ada beberapa tindakan dan kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap orang untuk mengurangi sampah seperti dengan membawa tas belanja, botol air minum (tumbler) dan wadah makanan sendiri dalam rutinitas sehari-hari seperti saat berbelanja, ke sekolah, kampus, tempat kerja ataupun ketika berwisata dan bepergian ke luar kota.
Manusia yang berkualitas bukan hanya dilihat dari segi pendidikan dan prilakunya sehari hari namun dapat terlihat dari cara bagaimana sesesorang memperlakukan wilayah atau tempat dimana dia tinggal. Tempat tinggal yang tertata rapih dan bersih akan senantiasa terlihat nyaman dan kondusif (aman) jika diimbangi dengan kondisi lingkungan sekitarnya yang bersih, bebas dari sampah dan tertata rapih pula.

Indah Sari:
Refleksi untuk diri saya setelah melakukan kegiatan daur ulang ini adalah saya mendapatkan banyak sekali manfaat dari kegiatan ini. Dimulai dari saya merasa lebih peduli terhadap lingkungan, terutama sampah. Karena sampah merupakan masalah yang sangat besar menyangkut kebersihan lingkungan kita. Dan ternyata masi ada sekelompok orang yang dengan sukarela membantu kita semua mendaur ulang sampah itu. Dan saya juga merasa sangat bersyukur atas adanya komunitas sangat positif ini dan ingin lebih berkontribusi demi kebaikan semua orang. Dan lebih menghargai penggunaan sesuatu barang yang nantinya akan menjadi sampah. Dan dimana saya akan meletakkan sampah tersebut. Kegiatan ini memberikan banyak sekali pandangan yang susah saya dapat dari kegiatan sehari-hari saya.

Siti Khumairah:
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang baik untuk saya maupun orang-orang lain nya yang bekerjasama di dalam depo daur ulang tzu chi, dari kegiatan mengumpulkan sampah yang merupakan tahapan awal dalam kegiatan daur ulang menjadikan saya dan teman-teman lain nya menjadi orang yang bisa peduli dengan kebersihan lingkungan nya. Kegiatan ini juga sangat positif untuk sukarelawan yang ada di depo tersebut, karena sukarelawan kebanyakan adalah masyarakat anjut usia sehingga selain memberi manfat pada kelestarian lingkungan, kegiatan ini juga bermanfaat untuk menjadi suatu hal positif bagi masyarakat lanjut usia yang menjadi sukarelawan, Saya harap, dengan terlaksana nya kegiatan ini, saya dan teman teman saya yang lain akan lebih mengerti dan peduli tentang sampah yang ada di lingkungan sekitar, serta bisa meningkatkan kesadaran daur ulang sampah agar tidak menciptakan pencemaran melainkan menciptakan benda yang bernilai dan bermanfaat bagi semua orang.

Djihan Qfan H:
Refleksi saya kegiatan daur ulang merupakan sangat membantu saya menjadi seorang yang lebih menghargai sampah atau limbah, karena saya kira dulu sampah tidak memiliki nilai akan tetapi pandangan saya, saya ubah menjadi sampah adalah barang yang sangat bernilai bagi mereka yang membutuhkan, saya ingin membuat semua orang berfikiran sama dengan saya dan dapat memilah – milah sampah dengan baik dan benar

Suwandy Wijaya:
Sampah merupakan sisa dari aktifitas kita sebagai manusia.  Dimata banyak orang sampah merupakan hal yang sangat tidak bernilai bahkan mencemarkan,  tapi sampah akan sangat bernilai bagi orang yang dapat mengelolanya menjadi suatu barang yang memiliki nilai pakai dan ekonomis. Semakin banyak sampah akan semakin menimbulkan polusi. Sedangkan jika diakali dengan cara daur ulang  maka sampah tersebut tak hanya menghemat ruang, tapi juga dapat menjadi sumber penghasilan dan penghematan SDA.  Bagi saya,  banyak keuntungan untuk mendaur ulang sampah tersebut. Bukan nya jadi polusi, malah akan bermanfaat bagi lingkungan dan manusianya

Saran:

1. Menambahkan variasi sampah yang akan di daur ulang
2. Melakukan kegiatan daur ulang yang lebih kreatif untuk nantinya bisa dijual sebagai penghasilan dari sukarelawan yang ada disana.
3. Menambahkan alat-alat kreatif untuk mendaur ulang sampah.

H.    Lampiran

Pertemuan 2

Pertemuan 2

Pertemuan 1

Pertemuan 1

Pertemuan 4

Pertemuan 4

Pertemuan 5



Peretemuan 4

Pertemuan 4