Rabu, 22 Maret 2017

Teach For Teratai


Kelompok 7 :
Dama Yoga Agung Winata - 2001613036
Dhaniera Putri - 2001604536
Djihan Qfan Hirawan – 2001604946
Indah Sari - 2001544070
Michele Yoana - 2001609032
Rieszkiya Savira Desfadillah - 2001625774
Rhesa Widyana Hefny - 2001596774

LAPORAN KEGIATAN
A. Pendahuluan
                 Masa usia dini adalah masa emas yang tidak dapat terulang kembali, masa sensitif dan berkembangnya seluruh aspek perkembangan anak yang umumnya meliputi perkembangan fisik, kognitif, bahasa, emosi, dan sosial. Masa usia dini dapat pula disebut masa kanak-kanak awal. Masa ini dimulai setelah melewati masa bayi, yakni usia 2-3 tahun dan diakhiri saat anak berusia sekitar 7 tahun. Masa ini merupakan masa dimana terjadi perkembangan yang amat cepat dan perubahan dramatis dalam kognisinya (Lahey, 2007:334). Namun, Laju pertumbuhan dan perkembangan setiap anak tentu berbeda-beda, tergantung pada lingkungan, stimulasi dan kepribadian masing-masing.
                 Pada masa ini, anak mulai dapat menerima rangsangan. Anak juga masih bersifat “egosentris” karena hanya mampu mempertimbangkan sesuatu dari sudut pandang dirinya sendiri. Kemampuan berbahasa dan kosakata anak juga sudah mulai berkembang. Anak usia dini perlu diberikan pendidikan yang sesuai dengan perkembangannya dengan memilih metode yang efisien dan efektif sehingga tujuan pembelajaran dapat terpenuhi secara optimal. Orang desawa perlu memberi peluang kepada anak untuk menyatakan diri berekspresi, berkreasi, dan menggali sumber-sumber terunggul yang tersembunyi dalam diri anak.
                 Kami akan melakukan kegiatan mengajar selama 4 sesi (100 menit/sesi) di salah satu PAUD di Jakarta. Kami akan mengajar anak usia dini dengan menyediakan kondisi optimal yang merangsang serta mengerahkan kegiatan belajar anak didik untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai atau sikap yang dapat membawa perubahan tingkah laku maupun pertumbuhan sebagai pribadi. Kami akan membuat kegiatan yang berfokus pada kegiatan belajar menggambar, mewarnai, menghitung, dan kegiatan menyenangkan lainnya yang disesuaikan dengan dunia dan karakteristik anak. Jadi, dengan memahami dunia dan karakteristik anak tersebut, diharapkan kami dapat memberikan stimulasi yang tepat dan sesuai dalam mendukung tumbuh kembang anak. Pengetahuan akan aspek perkembangan anak usia dini juga dapat membantu dalam memahami dan membentuk kepribadian anak.

B. Masalah
 
  1. Kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya pendidikan anak usia dini. 
  2. Kurangnya kualitas dan kuantitas para pengajar pendidikan anak usia dini. 
  3. Kurangnya mutu dalam pembangunan pendidikan anak usia dini.
C. Metode Kegiatan
  1. Lokasi dan Waktu Kegiatan
A.    Lokasi Kegiatan
Lokasi kegiatan yang di ambil dalam proses belajar mengajar terletak di TK/PAUD Teratai Jl.Utan Jati No.80, RT.03/RW.11, Kel. Pegadungan, Kec. Kalideres, Jakarta Barat (11830). Mimi Jamila ( 0896 5946 6492)
B.     Waktu Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan pada :
Hari                    :           Selasa & Kamis
Tanggal              :           9 Februari, 21 Maret, & 4 April 2017
Waktu                :           07.30 – 11.30
  1. Teknik Kegiatan
A.    Rapat penentuan tempat, panitia dan kegiatan

B.     Survey tempat pelaksanaan kegiatan

C.     Membuat persetujuan dengan pihak PAUD terkait

D.    Membuat proposal

E.     Mengajukan proposal

F.      Mempersiapkan materi dan alat-alat untuk kegiatan

G.    Pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada anak PAUD

H.    Membuat laporan kegiatan

I.       Menyerahkan laporan kegiatan

  1. Tahap-tahap Kegiatan Pelaksanaan Persiapan Umum
Dalam persiapan ini meliputi :
A.    Persiapan alat-alat kegiatan :
·         Alat Tulis
·         Dokumentasi
·         Sarana dan prasarana tempat latihan
·         Konsumsi
·         Hadiah
·         Akomodasi
B.     Persiapan dengan pihak terkait
Persiapan ini meliputi kerjasama dengan menghubungi organisasi terkait yakni TK/PAUD Teratai dan juga melakukan survey ke tempat anak-anak tersebut untuk melangsungkan kegiatan pembelajaran.
C.     Sosialisasi
Dalam tahap ini kami mensosialisasikan materi-materi pembelajaran, dan menambahkan dongeng, games, serta bernyanyi dengan menggunakan gitar. Semua telah kami siapkan untuk diajarkan kepada anak-anak PAUD selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung, sehingga materi dapat tersampaikan secara baik.
D.    Kegiatan Acara :
1.      Pembukaan
2.      Berdoa
3.      Mengeja kata dan kalimat
4.      Mengajar Matematika
5.      Istirahat bersama
6.      Mewarnai
7.      Menceritakan dongeng
8.      Bermain games/bernyanyi
9.      Membagikan hadiah
10.  Penutupan
E.     Jadwal Acara
Kamis, 9 Februari 2017  (10.00-12.00)
Usia 4-5 tahun  (17 anak)
NO.
ACARA
WAKTU
PENANGGUNG JAWAB
1.
Berdoa
10.00 - 10.05
Rhesa Widyana H
2.
Pembukaan (Perkenalan)
10.05 - 10.20
Djihan Qfan H
3.
Belajar mengeja kata dan kalimat
10.20 - 10.40
Michele Yoana
4.
 Belajar berhitung : Penjumlahan dan pengurangan
10.40 - 11.00
Indah Sari
5.
Mengenal anggota tubuh bernyanyi dan menari
11.00 - 11.15
Dama Yoga Agung Winata
6.
Istirahat
11.15 - 11.30
Riezkiyah Savira
7.
Belajar mengenal dan menggambar bentuk sambil menghitung
11.30 - 11.45
Dhaniera Putri
9.
Games berhadiah
11.45 - 12.00
Semua Anggota
10.
Penutupan (Berdoa)
12.00
Semua Anggota


Selasa, 21 Maret 2017  (07.30-09.30)
Usia 4-6 tahun  (20 anak)
NO.
ACARA
WAKTU
PENANGGUNG JAWAB
1.
Pembukaan (Berdoa)
07.30 - 07.35
Rhesa Widyana H
2.
Belajar Menulis
07.35 – 07.55
Djihan Qfan H
3.
Belajar Membaca
07.55 - 08.15
Michele Yoana
4.
 Belajar menulis (didikte)
08.15 - 08.30
Indah Sari
5.
Istirahat
08.30 - 08.45
Riezkiyah Savira
6.
Belajar Mewarnai sambil mengenal transportasi mesin
08.45 - 09.05
Semua Anggota
7.
Bernyanyi bersama lagu:
Indonesia Raya, Dari Sabang Sampai Merauke , Kasih Ibu
09.05 - 09.15
Dhaniera Putri
8.
 Mendongeng (Malin Kundang)
09.15 - 09.25
Dama Yoga A.W
9.
Games berhadiah
09.25 - 09.30
Semua Anggota
10.
Berdoa
09.30
Semua Anggota
















Selasa, 21 Maret 2017  (10.00-12.00)
Usia 4-5 tahun  (17 anak)
NO.
ACARA
WAKTU
PENANGGUNG JAWAB
1.
Pembukaan (Berdoa)
10.00 - 10.05
Djihan Qfan H
2.
Belajar mengeja
10.05 - 10.25
Rhesa Widyana H
3.
Belajar menghafal surah pendek Al-Quran
10.25 - 10.40
Dama Yoga A.W
4.
 Bernyanyi
10.40 - 10.50
Indah Sari
5.
Belajar bahasa inggris
10.50 - 11.00
Michele Yohana
6.
Istirahat
11.00 - 11.15
Riezkiyah Savira
7.
 Belajar menulis huruf (A-Z)
11.15 - 11.30
Dhaniera Putri
9.
Games berhadiah
11.45 - 12.00
Semua Anggota
10.
Penutupan (berdoa)
12.00
Semua Anggota


Selasa, 4 April 2017  (10.00-12.00)
Usia 4-5 tahun  (17 anak)
NO.
ACARA
WAKTU
PENANGGUNG JAWAB
1.
Pembukaan (Berdoa)
10.00 - 10.05
Djihan Qfan H
2.
Belajar Membaca
10.05 - 10.35
Indah Sari
3.
Belajar menulis (didikte)
10.35 - 11.00
Rhesa Widyana H
4.
 Istirahat
11.00 - 11.15
Michele Yohana
5.
Mewarnai
11.15 - 11.35
Riezkiyah Savira
6.
 Mengenal benda mudah terbakar
11.35 - 11.45
Dhaniera Putri
7.
Games berhadiah
11.45 - 12.00
Dama Yoga A.W
8.
Penutupan (berdoa)
12.00
Semua Anggota

D. Teori Konsep
 Dalam melaksanakan kegiatan yang kami lakukan ini, kami menggunakan konsep belajar sambil bermain. Bagi anak, bermain merupakan suatu kegiatan yang sifatnya melekat langsung pada kodrat dan kebutuhan perkembangan anak. Anak usia dini lebih banyak belajar dari lingkungan dan pengalaman berinterkasi dengan obyek-obyek konkret juga orang-orang di sekitarnya seperti teman, guru, orang tua, daripada melalui simbol-simbol tertulis (baca tulis hitung).
Belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.
(Robert M Gagne, The Conditions of Learning 1977)
Bermain diartikan sebagai suatu kegiatan yang bersifat voluntir, spontan, terfokus pada proses, memberi ganjaran secara intrinsik, menyenangkan, aktif, dan fleksibel. Semakin suatu aktivitas memiliki ciri-ciri tersebut, berarti aktivitas itu semakin merupakan bermain
(Solehudin, 1966)                                                       
Dalam bermain anak bisa melakukan aktivitas yang mempraktekkan kemampuan dan keterampilannya dalam kegiatan mencoba, meneliti dan menemukan hal-hal baru khususnya yang berhubungan dengan proses pembelajaran di PAUD. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan anak di saat bermain bisa membuat anak aktif dan interaktif, baik secara fisik maupun secara mental sehingga dapat mendukung pemberdayaan berbagai aspek perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik anak berdasarkan minat dan bakatnya masing-masing.
Oleh sebab itu, kami mencoba menggunakan gabungan antara konsep belajar dan bermain ini dalam proses belajar sehingga anak-anak mudah menyerap materi yang diajarkan dan tidak bosan selama proses pembelajaran. Sehingga mind set yang nantinya terbentuk adalah belajar itu menyenangkan, dan bukan suatu paksaan dari orang tua ataupun guru.
              Selama proses pembelajaran kami  memberikan yang terbaik untuk menjadi pembimbing dalam hal pembelajaran dasar dengan konsep yang  kami terapkan. Dengan adanya konsep ini membantu kami untuk melakukan kegiatan yang kami jalankan.

E. Pelaksanaan
 
Pertemuan 1 - Survei
Hari / Tanggal             : Kamis / 2 Februari 2017
Waktu
                        : Pukul 12.00 sampai 13.00
Tempat     
                  : PAUD Teratai          
Pada pelaksaan survei, tanggal 2 Februari 2017 kami semua menuju PAUD Teratai yang berlokasi di Jl. Utan Jati RT.03 RW.11, Kelurahan Pegadungan kecamatan Kali Deres. Sesampainya disana , ternyata PAUD Teratai merupakan rumah sederhana di dalam gang kecil di lingkungan yang terbilang kumuh. Kondisi ruangan belajarnya pun sangat sederhana, hanya terdapat meja dan kursi kecil serta dua buah papan tulis. Untuk sarana pembelajaran juga sangat terbatas tidak tersedia mainan-mainan seperti puzle, balok, dan lain-lain. Anak-anak hanya di fasilitasi buku-buku seperti buku mewarnai, dan buku panduan belajar. Tenaga pengajarnya pun hanya satu yaitu Ibu Mimi Jamila, pemilik PAUD Teratai. Jumlah anak yang bersekolah di PAUD Teratai ada 37 anak yang terbagi menjadi dua sesi yaitu A dan B. Sesi A berjumlah 17 anak yang berusia sekitar 4 sampai 5 tahun. Sesi A berlangsung pada pukul 10.00 – 12.00 WIB, sedangkan Sesi B berjumlah 20 anak yang berusia sekitar 4 sampai 6 tahun yang berlangsung pada pukul 08.00-10.00 WIB. Anak-anak PAUD Teratai rata-rata sudah pandai membaca, mewarnai, menulis, berhitung, serta bernyanyi. Untuk hari operasional PAUD Teratai dimulai dari Senin sampai Jumat. Ibu Mimi membebaskan kami untuk mengajar kapan saja, oleh karena itu kami memilih Selasa dan Kamis dimana hari tersebut tidak ada perkuliahan. 
                                                                                                                                       Pertemuan 2
Hari / Tanggal             : Kamis / 9 Februari 2017
Waktu
                        : Pukul 10.00 sampai 12.00 (120 menit)
Tempat     
                  : PAUD Teratai          
Hari Kamis, 9 Februari 2017 kami memulai untuk mengajar di PAUD Teratai. Kami sampai pada pukul 10.00 pagi. Sesampainya disana kami dipersilahkan untuk masuk oleh pemilik sekaligus pengajar PAUD Teratai yaitu ibu Mimi Jamila. Kami mengajar kelas A yang berisi anak-anak berumur 4 sampai 5 tahun. Karena di PAUD Teratai hanya ada 1 kelas, akhirnya kami semua mengajar bersama sama di satu kelas dengan cara setiap 1 orang bertanggung jawab atas 3 sampai 4 anak murid. Pertama-tama kami memperkenalkan diri kami masing-masing. Setelah itu kami berdoa bersama untuk membuka sesi pembelajaran. Hal yang pertama kami lakukan adalah memandu anak-anak untuk membaca. Setelah semuanya selesai, kami mendikte lima kata dan anak anak akan menulis kata tersebut di buku latihan mereka. Lalu kami menambahkan soal-soal pengurangan dan penambahan dan memeriksa hasilnya satu persatu saat anak-anak istirahat. Pukul 11.15 adalah waktu anak anak untuk beristirahat dan sesi pembelajaran akan di lanjutkan pukul 11.30. Setelah beristirahat kami memberi instruksi kepada anak anak untuk mengerjakan soal latihan yang ada di buku khusus PAUD Teratai yang berisi gambar-gambar bentuk. Mereka belajar membedakan bentuk bulat, segitiga, kotak, persegi panjang, dan lain-lain. Setelah itu kami bermain games dan memberikan pemenangnya hadiah berupa makanan ringan. Setelah selesai, kami berdoa bersama-sama untuk menutup sesi pembelajaran hari itu.

                                                                                                                                             Pertemuan 3
Hari / Tanggal             : Selasa / 21 Maret 2017
Waktu
                        : Pukul 07.30 sampai 9.30 (120 menit)
Tempat      
                 : Sekolah / PAUD Teratai
Hari Selasa, 21 Maret 2017 kami mengajar kelas B di PAUD Teratai. Kelas B berisi anak-anak berumur 4-6. Kami sampai pada pukul 07.30 pagi. Sesi pembelajaran kami buka dengan berdoa bersama sama. Ibu Mimi memerintahkan kami untuk memandu anak-anak untuk menulis dan membaca. Kami masing-masing memandu mereka satu persatu. Kami mendiktekan lima kalimat dan anak anak akan menulis kalimat tersebut di buku latihan mereka. Lalu kami memeriksa hasilnya satu persatu saat anak-anak istirahat. Pukul 08.30 adalah waktu anak anak untuk beristirahat dan sesi pembelajaran akan di lanjutkan pukul 08.45. Setelah beristirahat kami memberi instruksi kepada anak anak untuk mengerjakan soal latihan yang ada di buku khusus PAUD Teratai yang berisi gambar-gambar transportasi. Mereka belajar membedakan mana saja kendaraan yang menggunakan mesin dan tidak menggunakan mesin. Setelah itu kami bernyanyi bersama, menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini, Indonesia Raya, Dari Sabang Sampai Merauke, dan kami menceritakan kisah Malin Kundang kepada mereka. Setelah itu kami bermain games dan memberikan pemenangnya hadiah berupa makanan ringan. Setelah selesai, kami berdoa bersama-sama untuk menutup sesi pembelajaran hari itu.

                                                                                                                                                    Pertemuan 4
Hari / Tanggal             : Selasa / 21 Maret 2017
Waktu
                        : Pukul 10.00 sampai 12.00 (120 menit)
Tempat      
                 : Sekolah / PAUD Teratai
Hari Selasa, 21 Maret 2017 kami mengajar di kelas A PAUD Teratai. Kami mulai pada pukul 10.00 pagi. Kami membuka sesi pelajaran dengan berdoa bersama-sama. Setelah itu kami memandu anak anak untuk mengeja bersama-sama. Lalu kami belajar menghafal surah pendek Al-Quran bersama-sama. Setelah itu kami bernyanyi lagu anak-anak dan belajar Bahasa inggris dasar. Pukul 11.00 adalah waktu anak anak untuk beristirahat dan sesi pembelajaran akan di lanjutkan pukul 11.15. Setelah beristirahat anak anak belajar menulis huruf A sampai Z dan membaca nya bersama sama. Setelah sesi pembelajaran selesai kami bermain games dan memberikan pemenangnya hadiah berupa makanan ringan. Setelah selesai, kami berdoa bersama-sama untuk menutup sesi pembelajaran hari itu.   
                                                                                                                                            Pertemuan 5
Hari / Tanggal             : Selasa / 04 April 2017
Waktu
                        : Pukul 10.00 sampai 12.00 (120 menit)
Tempat      
                 : Sekolah / PAUD Teratai
Hari Selasa, 4 April 2017 kami mengajar di kelas A Paud Teratai untuk yang terakhir kalinya. Kami sampai pada pukul 10.00 pagi. Kami membuka sesi pembelajaran seperti biasa yaitu dengan berdoa bersama. Kami memandu anak- anak untuk membaca. Setelah selesai kami mendikte sebuah kata dan anak anak akan menulis kata tersebut di buku tulis mereka. Pukul 11.00 adalah waktu anak anak untuk beristirahat dan sesi pembelajaran akan di lanjutkan pukul 11.15. Setelah beristirahat anak anak belajar mewarnai dan mengenal benda yang mudah terbakar. Setelah selesai belajar kami bermain games dan memberikan pemenangnya hadiah berupa makanan ringan. Setelah selesai, kami berdoa bersama-sama untuk menutup sesi pembelajaran hari itu. Setelah itu kamiberfoto dengan anak-anak dan juga Ibu Mimi. Setelah anak-anak pulang kami pamit dan berterimakasih kepada Ibu Mimi karena telah mengizinkan kami mengajar di PAUD miliknya.


F. Hasil 
  1. Kegiatan Pembelajaran
A.     Kegiatan Awal
·         Membuka kegiatan belajar mengajar
Pengajar memasuki ruangan belajar dan menyapa dengan salam, diikuti dengan perkenalan masing-masing para pengajar. Kemudian peserta didik memberikan salam dan membaca doa sebelum memulai proses belajar mengajar dan mengabsen siswa siswa yang hadir pada sesi tersebut.
·         Mempersiapkan perlangkapan belajar mengajar
Siswa dihimbau untuk membawa alat tulis dan buku masing-masing sesuai dengan jadwal pelajar pada hari itu.
·         Mengingat kembali materi yang sudah dan akan di pelajari
Setelah siswa menyiapkan perlengkapan belajar dengan baik, pengajar akan membantu para siswa untuk mengulang kembali sedikit materi pembelajaran sebelumnya dan menambahkan materi baru setiap pelajarannya. Kemudian pengajar dan siswa bersama-sama membahas soal atau tugas yang di berikan.
B.      Kegiatan Inti
·         Pengajar menjelaskan materi pelajaran
Setelah mengulang sedikit materi yang diajarkan pada pertemuan sebelumnya, pengajar mulai menjelaskan materi pelajaran selanjutnya sesuai dengan materi pelajaran tersebut.
·         Pengajar memberikan soal latihan kepada siswa
Soal yang diberikan pengajar berguna untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa akan pelajaran yang terkait, jika pemahaman siswa belum sepenuhnya maka pengajar akan memberikan pengertian kembali kepada siswa tersebut.
·         Siswa mengerjakan soal yang diberikan
Setelah di berikan soal maka siswa akan mengerjakan tugas nya masing masing, dan jika siswa kurang paham akan bertanya langsung kepada pengajar. Siswa yang sudah yakin dengan jawabannya akan bertanya apakah benar jawaban yang siswa tuliskan.
Adapun materi pelajaran yang di ajarkan , yaitu :
·         Menulis
Dalam subyek ini siswa di ajarkan mengenal huruf abjad dan menulis setiap kata yang diberikan, melatih tangan para siswa agar terbiasa menulis.
·         Mengeja
Dalam subyek ini siswa di ajarkan mengeja beberapa pasang huruf dengan maksimal 2 huruf, menyambungkan huruf vokal dengan huruf konsonan.
·         Membaca
Dalam subyek ini siswa di ajarkan membaca dengan jelas sebuah kata yang ada.
·         Mendikte
Dalam subyek ini siswa di ajarkan untuk mendengar kan dengan seksama kata yang diberikan pengajar dan menuliskan apa yang di dengar ke dalam buku latihan siswa.
·         Menghitung
Dalam subyek ini siswa di ajarkan mengenal angka dasar, dan menghitung dengan metode yang ada (menambah dan mengurang) untuk menyelesaikan soal yang diberikan.
·         Mewarnai
Dalam subyek ini siswa di ajarkan untuk mengenal ragam warna, dan meningkatkan imajinasi siswa dalam warna yang dituangakan pada sebuah gambar.
·         Mengenal benda
Dalam subyek ini siswa disajikan berbagai macam gambar, siswa di haruskan mengenali bentuk ataupun nama benda tersebut.
·         Bernyanyi
Dalam subyek ini setiap akan mengakhiri pelajaran siswa akan di ajarkan untuk bernyanyi lagu dengan bahasa Indonesia, lagu nasional maupun lagu daerah.
C.     Kegiatan Akhir (penutup)
Pada kegiatan akhir pengajar akan memberikan beberapa pekerjaan rumah (PR) kepada setiap siswa yang harus di kumpulkan pada pertemuan berikutnya sesuai materi pelajaran tersebut. Setelah itu pengajar akan menuntun siswa untuk duduk dengan rapih dan bernyanyi bersama, diikuti dengan Doa sebelum pulang. Kemudian menutup pertemuan di kelas dengan mengucapkan salam dan meninggalkan ruangan kelas.
2.      Media Pembelajaran
Media yang digunakan adalah media cetak, yaitu buku paket untuk setiap pelajaran. Sedangkan alat pembelajaran yang digunakan yaitu papan tulis, spidol, beserta penghapusnya.
3.      Waktu Pembelajaran
Waktu yang digunakan adalah 120 menit.


G. Kesimpulan

Setelah menjalani proses mengajar di PAUD, kami menyadari bahwa masa-masa usia anak-anak adalah masa pembelajaran paling optimal dimana anak-anak akan mudah menyerap informasi. Hal yang terpenting yaitu campur tangan pihak orang tua sangat dibutuhkan. Bagi orang tua anak-anak, mereka juga harus memahami bahwa pada masa ini dukungan dari orang tua sangat menentukan perkembangan anak. Beberapa kasus yang terjadi, anak-anak yang sedikit mendapat perhatian dari orang tuanya berakhir menjadi anak yang urakan, kasar, dan tidak sopan.
Dengan adanya PAUD mereka dapat belajar membaca, menulis, bermain, dan bernyanyi bersama-sama. Dalam proses pembelajaran anak-anak tidak dipaksa untuk harus bisa mengerti namun dengan cara  yang menyenangkan. Dengan metode atau strategi belajar yang menyenangkan ini tebukti dapat membuat anak-anak lebih mudah memahami materi yang diajarkan dan tidak merasa jenuh. Selain itu kondisi lingkungan yang bersahabat bagi anak secara tidak langsung dapat mendorong anak untuk bersikap lebih terbuka baik dengan guru ataupun dengan anak lainnya sehingga suasana belajar lebih kondusif.


Refleksi masing-masing anggota kelompok : 
1. Dama Yoga Agung Winata
Ketika mengajar saya melihat betapa lucunya anak-anak bermain, bersenda-gurau kemudian tertawa, ada yang berkelahi namun pada saat itu juga lupa seolah tidak ada masalah diantara mereka,   beragam karakter anak melengkapi suasana pada saat kami mengajar.  Mereka semua tetap semangat, meskipun terdapat beberapa kendala seperti : kurangnya fasilitas yang menunjang pembelajaran, tenaga pengajar, dan juga permainan-permainan. Hal ini memang dikarenakan lokasi PAUD yang terpencil yaitu berada di dalam gang, dan PAUD ini beralih tangan dari yayasan menjadi milik pribadi sehingga sulit untuk mendapatkan biaya operasional. Melihat anak-anak yang tetap ceria, begitu semangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan di kelas membuat kelompok kami terutama saya pribadi menjadi lebih semangat untuk membimbing mereka dan melupakan permasalahan yang dihadapi. Setiap sesi selalu kami isi dengan pembelajaran semaksimal mungkin.
Seusai mengajar PAUD Teratai selama 4 sesi, saya memperoleh beberapa pengalaman berharga yang paling utama adalah kebahagiaan ketika berbagi pengetahuan yang kita miliki, kedua saya belajar tentang bagaimana menjadi murid dan guru yang baik, terakhir dan yang terpenting yaitu belajar untuk mengabdi baik pada lingkungan terkecil hingga yang terbesar yaitu bangsa Indonesia. Membimbing generasi muda adalah sebuah amanat sosial bagi kita yang lebih tua secara umur dan dewasa dalam berpikir. Walaupun tidak bersifat wajib, namun dengan adanya project dari mata kuliah Character Building : Pancasila ini mengajarkan kita untuk peduli sosial bahwa di luar sana banyak anak-anak yang kesulitan menikmati fasilitas ataupun hak memperoleh pendidikan, ini juga menambah rasa syukur saya atas kondisi yang ada sekarang ini, selain itu menyadarkan saya bahwa setiap pribadi turut andil dalam proses kemajuan bangsanya, dan poinnya yaitu menyadari bahwa hakikat peran manusia adalah sebagai abdi dalam hidup ini. Ini lah beberapa pelajaran yang saya peroleh setelah mengajar anak PAUD Teratai di dalam nya terdapat nilai-nilai karakter, Pancasila khususnya sila ke-5 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan agama.

2.  Dhaniera Putri
Selama mengajar di PAUD Teratai saya tidak hanya mendapat pengalaman yang menyenangkan, bertemu dengan anak-anak, bermain, membantu mereka belajar, dan dari hal ini saya bisa belajar lebih dalam lagi tentang isi dari dasar negara kita Pancasila. Anak-anak ini tidak pernah lupa untuk berdoa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Anak-anak di PAUD Teratai adalah anak-anak yang baik dan tekun. Mereka tidak ada yang nakal dan malas. Tidak ada yang suka saling mengejek dan berkata kasar. Saya sangat senang bisa membantu Ibu Mimi untuk mengajar murid-muridnya dan bisa mengenal mereka. Ini adalah pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Saya benar-benar bersyukur karna bisa memberi mereka ilmu yang lebih banyak lagi. Saya berharap di kemudian hari anak-anak PAUD Teratai bisa menjadi orang yang berguna untuk bangsa dan negara dan bisa meraih cita-cita mereka masing-masing.

3. Djihan Qfan Hirawan
Kesan saya setelah mengajar PAUD  ,saya sangat senang karena bisa berbagi ilmu kepada mereka ,saya dapat berlatih cara mengajar anak anak , melatih kesabaran karena mereka masih sulit untuk mencerna secara langsung apa yang telah kita ajarkan kepada mereka secara perlahan dan sabar, PAUD ini telah mengajarkan banyak hal untuk saya semoga ilmu yang saya berikan bisa bermanfaat untuk masa depan mereka.

4. Indah Sari
Dari kesempatan mengajar PAUD kali ini, banyak point yang bisa saya simpulkan. Para anak terutama yang masih berusia sangat belia adalah anak yang sedang berada pada masa keemasannya, mereka lebih mudah mempelajari dan menyerap informasi dari hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Oleh karena itu segala kondisi lingkungan harus bersifat mendukung demi kelangsungan perkembangan anak. Namun memang selain itu, semakin besar pula kemungkinan anak-anak untuk terkena pengaruh negatif. Untuk itulah para orang tua harus lebih memperhatikan serta mengontrol keadaan anak-anak mereka dan tetap harus ambil andil dalam kehidupan anak tersebut. Setiap anak berhak mendapat perhatian yang cukup dari pihak orang tua dengan begitu hal-hal negatif yang dapat mempengaruhi pun dapat terkurangi.
Para murid di paud juga mengajarkan suatu hal yang menurut saya sangat jarang bisa dilakukan oleh masyarakat saat ini, yaitu soal toleransi. Anak-anak memang masih polos dan belum mengerti banyak tentang hal yang terjadi diluar, namun justru dari kepolosan tersebut rasa toleran mereka terhadap sesuatu yang memiliki perbedaan dengan mereka muncul. Mereka cenderung bersikap terbuka terhadap hal baru yang menurut saya sangat jauh kontras perberbedaannya dengan beberapa masyarakat yang masih bersifat preventif terhadap perbedaan atau malah menyerang pihak lainnya.

5. Michele Yoana
Nilai yang saya dapat dalam melakukan kegiatan belajar mengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangatlah banyak, dimana nilai tersebut lah yang mampu mengembangkan jiwa sosial dalam setiap diri manusia. Nilai-nilai tersebut antara lain; melatih kesabaran, mengajar bukanlah hal yang mudah, di butuhkan kesabaran dalam memberikan pengertian akan hal hal yang baru (tentunya positif) dimana hal tersebut harus dipahami dengan baik oleh siswa; kemudian mengenal orang lain dengan lebih dekat, beradaptasi dengan lingkungan yang baru (dengan anak-anak); mengerti bagaimana cara mengajar yang baik, serta metode apa yang cocok untuk digunakan dalam mengajar. 

6. Rhesa Widyana Hefny

Setelah mengajar PAUD saya belajar menjadi pribadi yang lebih sabar. Saya dapat merasakan sendiri bagaimana susah nya menjadi seorang guru PAUD , apalagi Ibu Mimi yang harus mengajar 20 anak dalam satu kelas seorang diri. Kami yang beranggotakan 7 orang saja sudah cukup lelah untuk mengajar 20 anak dalam waktu 2 shift sehari. Tidak terbayang bagaimana lelahnya Ibu Mimi. Saya juga harus menjaga kata-kata yang saya gunakan agar tidak menjadi contoh buruk bagi Anak-anak. Selain kata-kata, saya juga harus menjaga segala tingkah laku saya didepan mereka karena anak-anak seperti alat perekam yang meniru apa yang mereka dengar dan lihat. Namun, Saya merasa masih belum bisa  memanajemen semua anak dengan baik dalam satu waktu.  Selain itu saya juga harus terus belajar dari Ibu Mimi dan juga membaca buku atau sumber lain yang berkualitas tentang pendidikan anak, dengan tujuan untuk mengevaluasi cara saya mendidik anak. Apakah hal yang saya terapkan pada anak efektif atau tidak. Saya juga seringkali terfokus pada tujuan yang salah yaitu agar anak usia dini dapat membaca, menulis dan menghitung dengan cepat padahal pada usia mereka saat ini,  fokus utama mereka bukanlah belajar melainkan bermain sambil belajar. 
Selain itu saya juga merasakan rasa kekeluargaan yang sangat kental. Saya dan teman-teman disambut dengan hangat oleh Ibu Mimi. Setelah selesai mengajar , Ibu Mimi selalu menyiapkan makanan untuk dimakan bersama. Jadi,  saya merasa rasa kekeluargaan yang akrab dapat dibangun dalam waktu yang singkat dengan pembawaan setiap individu yang hangat terhadap satu sama lain. 

H. Lampiran

Pertemuan 1 : Survey PAUD Tertatai

Pintu Masuk PAUD Teratai
Gang PAUD Teratai
Depan Gang PAUD Teratai
Seberang Gang PAUD Teratai

Pertemuan 2 : Kelas A , Kamis, 9 Februari 2017 (10.00 – 12.00)

Anak-anak PAUD belajar mengeja kata


Pertemuan 3 : Kelas B , Selasa, 21 Maret 2017 (07.30 – 09.30)


Anak-anak PAUD belajar menulis
Anak-anak PAUD bermain saat waktu istirahat

Pertemuan 4 : Kelas A , Selasa, 21 Maret 2017 (10.00 – 12.00)

Anak-anak PAUD belajar mengeja
Anak-anak PAUD belajar menulis huruf
Anak-anak PAUD belajar menghafal surah pendek Alquran

Pertemuan 5: Kelas A , Selasa, 4 April 2017 (10.00 – 12.00)

Anak-anak PAUD belajar menulis


Pertemuan dengan pemilik PAUD

Kami berkumpul bersama sebelum berpamitan

Pemilik dan Pengurus PAUD Teratai
Kami makan bersama