Minggu, 03 Juni 2018

Sosialisasi Tentang Toleransi antar Umat Beragama di SMPN 229 Jakarta


Kelompok 6:

Indah Sari – 2001544070
Siti Khumairah – 2001542046
Dhaniera Putri – 2001604536
Chandra Wiratta – 2001617274

Kelas : LA14 – Character Building : Agama

LAPORAN KEGIATAN
A.    Pendahuluan
1.      Latar Belakang
Sikap Toleransi  tidak lagi asing untuk kita dengar.  Makna dari toleransi sendiri adalah bagaimana seseorang bisa menghargai atas adanya perbedaan yang dimiliki antar manusia, mulai dari agama,suku,ras,dan etnis, di Indonesia pun sikap toleransi sangatlah penting, dilihat dari beragam nya agama di Indonesia. Akan tetapi Sikap toleransi tersebut sudah mulai pudar seiring perkembangan zaman,banyaknya pemberitaan-pemberitaan yang berisi provokasi serta konflik antar umat beragama menjadi sangat lumrah karena ada nya internet dan media sosial. Keadaan itulah yang membuat sikap toleransi semakin berkurang, intimidasi antar umat beragama maupun suku dan ras juga semakin bertambah, serta pengetahuan tentang toleransi pun semakin enggan di praktekan oleh orang-orang.
Berdasarkan  hal tersebut, melalui project luar kelas  dari Mata Kuliah CB Agama bekerjasama dengan TFI, timbullah keinginan  kami untuk mengadakan kegiatan Kampanye tentang toleransi umat beragama untuk anak-anak SMPN 229 Jakarta, Tujuan kami bersosialisasi tentang toleransi kepada anak anak dari SMP Tersebut, karena sikap toleransi harus bisa ditanamkan sejak dini, dan nilai praktek sikap toleransi pada orang-orang adalah bagaimana cara mereka menanamkan sedalam dalam nya sikap toleransi sejak usia kecil sampai remaja. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak SMP tersebut akan lebih mengenal sikap toleransi antar umat beragama terutama di Indonesia untuk menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas dan peka terhadap toleransi di Negara nya.

B.     Konsep Dimensi
Toleransi berasal dari bahasa Latin “Tolerare”.Pengertian Toleransi menurut bahasa adalah menahan diri, bersikap sabar, membiarkan orang berpendapat lain dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda.
Pengertian Toleransi menurut istilah adalah sikap menghargai dan membebaskan orang lain untuk berpendapat dan melakukan hal yang tidak sependapat dengan kita tanpa melakukan intimidasi terhadap orang atau kelompok tersebut.
Perilaku Toleransi dapat di wujudkan dalam berbagai bentuk, diantaranya memelihara persatuan dan kesatuan, menghargai rumah ibadah antar umat beragama, menghargai kegiatan keagamaan antar umat beragama, serta menciptaka kebaikan dan kerukunan antar sesama.
Toleransi yang positif adalah toleransi yang ditumbuhkan oleh kesadaran yang bebas dari segala macam tekanan atau pengaruh, serta terhindar dari sikap Syirik dan Munafik. Oleh karena itu, pengertian toleransi beragama adalah pengakuan adanya kebebasan setiap warga untuk memeluk agama yang menjaga keyakinan dan kebebasannya untuk menjalankan ibadahnya. Toleransi beragama menuntut kejujuran, kebesaran jiwa, kebijaksanaan dan tanggung jawab sehingga menumbuhkan perasaan solidaritas dan mengeliminasi egoisme golongan. Toleransi beragama bukanlah sesuatu yang dapat dicampuradukan, melainkan mewujudkan ketenangan, saling menghargai, bahkan sebenarnya lebih dari itu, antar pemeluk agama harus dibina untuk gotong-royong dalam membangun masyarakat kita sendiri dan demi kebahagiaan bersama.
Sekarang kita berada pada masa modern, dimana kita sudah mempunyai kecanggihan dalam bidang teknologi, kuatnya teknologi media social dan internet akan sangat berpengaruh buruk untuk sikap toleransi antar umat beragama, banyaknya provokasi-provokasi yang timbul serta kata-kata kebencian yang di sebarkan oleh orang-orang syirik akan mempengaruhi perasaan toleransi antar umat beragama,Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi segala bentuk ancaman demi mempersatukan perbedaan dan menghargai setiap perbedaan tersebut.
Sikap Toleransi antar umat beragama harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini dan usia remaja, agar menjadi manusia yang dapat menghargai satu sama lain. misalnya menghargai setiap hari raya umat beragama dengan tidak mendiskriminasi satu sama lain antar agama yang berbeda. Akan tetapi, rasa Toleransi antar umat beragama sekarang ini sudah semakin berkurang. Banyak kalangan-kalangan muda yang ssemakin berkembangnya zaman menjadi semakin tidak peduli terhadap sikap toleransi tersebut, seringnya perlakuan diskriminasi kepada minoritas atau permikiran negative kepada kaum mayoritas membuat masyarakat menjadi tidak memiliki rasa kemanusiaan dan menjadi tidak peduli dengan sekitarnya.
Kesalahan masyarakat saat ini dikarenakan sejak kecil sampai remaja mereka kurang benar-benar menghayati tentang pentingnya toleransi beragama dan penghayatan kepada kitab suci agama masing-masing untuk mencintai sesame manusia. 
Oleh karena itu, konsep yang kami gunakan untuk project ini adalah Menanamkan Rasa toleransi antar umat beragama pada anak anak remaja agar mereka bisa mengenal banyaknya agama,budaya,suku ras yang ada di Indonesia serta tahu bagaimana cara mencintai sesama manusia walau dengan adanya perbedaan tersebut.
Hal-hal yang kami terapkan disana adalah dengan cara mensosialisasikan tentang Keanekaragaman suku,ras, budaya, serta agama yang ada di Indonesia, dengan memberikan pengertian yang baik tentang keanekaragaman tersebut dan berhenti untuk mendiskriminasi kaum lain, kami juga menjelaskan mengenai cara bekerjasama antar umat beragama melalui dialog bertingkat yang kemudian kami jadikan itu sebagai dasar kasus diskusi untuk mereka berdiskusi bagaimana menanggapi masalah – masalah toleransi di Indonesia dengan menggunakan dialog tersebut.
Dengan itu, remaja-remaja saat ini bisa memiliki rasa rasa toleransi antar umat beragama yang baik, dan bisa mengingatnya serta menerapkannya di kehidupan sehari-hari sampai mereka beranjak dewasa.

C.     Pelaksanaan Kegiatan
1.      Pelaksanaan Kegiatan
Hari/Tanggal         : Selasa/22Mei2018
Waktu                   : Pukul09.00sampai11.00
Tempat                  : SMPN 229 Jakarta

Kegiatan yang kami lakukan di SMPN 229 Jakarta adalah mengadakan kampanye kepada anak-anak SMP tersebut, dimana  kami di percayai untuk mengisi 2 kelas di hari itu yaitu kelas 8-5 dan kelas 7-4.kami di beri waktu 30 menit yaitu satu jam pelajaran,  yang telah kami sampaikan dan tekankan adalah  mengenai pentingnya toleransi antar umat beragama, kami mengajarkan secara garis pengetahuan umum tentang agama-agama yang ada di Indonesia, serta memberitahu pentingnya toleransi atar umat beragama untuk kesejahteraan umum, lalu kami juga menjelaskan tentang pentingnya kerjasama antar umat beragama untuk membangun toleransi, dan cara untuk bekerjasama antar umat beragama yang bisa dilakukan salahsatu nya  dengan dialog bertingkat, Sosialisasi itu disambut baik oleh anak-anak tersebut. Kemudian kami juga mengadakan games dengan metode diskusi kecil yang dilakukan oleh beberapa kelompok. Kami memberi tema tentang “Bagaimana mengatasi kuranganya rasa toleransi antar beragama melalui dialog yang terlah dijelaskan”, jawaban yang menurut kami paling mendekati benar lah nantinya yang akan mendapatkan hadiah.

2.      Rundown Kegiatan
Waktu kegiatan sosialisasi 30’ di kelas 8-5 dan 7-4:

Waktu
Kegiatan
Pengisi
07.30 - 07.35
Pembukaan
Semuanya
07.35 - 07.40
Toleransi itu apa?                 
Agama apa aja yang di akui di indonesia?                              Selain agama yang di akui apakah ada lagi?
Chandra
07.40 - 07.45
Sikap toleransi di indonesia semakin berkurang   Bagaimana menanamkan rasa toleransi pada diri sendiri?  Contoh toleransi                         
Mira
07.45 - 07.50
Dialog antar umat beragama
Indah
07.50 - 07.55
Diskusi (bagi 4 kelompok)
Nira
07.55 - 08.00
Bagi hadiah, Penutupan
Semuanya

D.    Refleksi Individu
1.      Indah Sari
Refleksi untuk diri saya setelah melakukan kegiatan sosialisasi ini adalah saya merasa lebih mengerti akan perbedaan-perbedaan antar umat beragama yang jelas tidak bisa kita hindari dan harus dapat kita hadapi dengan bijaksana, lebih peduli terhadap pentingnya kebersamaan antar umat beragama terutama di Indonesia dengan terdapatnya konflik-konflik perpecahan yang membawa unsur agama. Saya merasa senang melihat adik-adik SMPN 229 yang sudah dapat mengerti bahwa konflik-konflik yang terjadi tidak ada sangkut pautnya dengan agama, karena apa yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang itu dilakukan atas kehendak mereka sendiri, bukan kehendak agama. Dan saya merasa senang sudah dapat berbagi ilmu kepada adik-adik di SMPN 229 yang dengan aktif mengikuti kegiatan yang kami lakukan.

2.      Siti Khumairah
Refleksi untuk diri saya setelah melakukan kegiatan tersebut adalah perasaan senang telah berbagi ilmu kepada anak – anak tentang bagaimana pentingnya menanamkan rasa toleransi kepada diri sendiri, banyak dari mereka yang mungkin masih berfikir untuk mendiskriminasi kaum lain dan mungkin banyak pengetahuan soal pentingnya toleransi untuk diri mereka dan banyak orang yang belum mereka pahami, dan saya senang sekali dengan sambutan yang baik dari semua guru di SMPN 229 dan murid murid yang di ajar. Mereka sangat aktif sehingga saya lebih semangat dalam menjelaskan materi yang telah disiapkan. Saya harap, ilmu yang saya dan teman teman lain berikan akan selalu di ingat oleh mereka, dan di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga apa yang saya bicarakan tentang kebaikan bisa saya terapkan juga di kehidupan saya sehari-hari.

3.      Dhaniera Putri
Tujuan project kami mengajarkan sikap toleransi kepada para pelajar yaitu agar mereka lebih memahami bahwa toleransi itu sangat penting. kami mengajarkan toleransi dalam agama karena belakangan ini terdapat banyak konflik yang mengatas namakan agama. kami ingin para pelajar paham bahwa agama seharusnya menciptakan kedamaian, bukan konflik.
Refleksi diri yang saya dapatkan yaitu saya senang karena para pelajar sangat antusias dalam kelas kami. mereka menunjukkan bahwa mereka paham akan pentingnya toleransi di indonesia berdasarkan soal latihan yg telah kami berikan. Saya mendapatkan pelajaran bahwa toleransi dalam agama dapat mengubah sifat dan perlakuan manusia menjadi lebih baik. Saya dapat ebih menghargai segala perbedaan di Indonesia. 

4.      Chandra Wiratta
Yang saya dapatkan dari kegiatan ini adalah bahwa pentingnya pendidikan mengenai keagamaan secara universal khususnya mengenai toleransi beragama itu pada anak-anak berusia dini karna dengan mengajar tentang toleransi dari usia dini dapat menanamkan nilai-nilai yang baik pada diri tiap murid jadi nanti jika sudah beranjak dewasa mereka lebih besar kemungkinannya menjadi orang - oramg yg toleran dan tidak radikalis dan primordialisme terhadap suatu ajaran atau suatu kelompok tertentu.

E.     Kesimpulan
Kesimpulan dari project kita ini adalah untuk mengenalkan tentang toleransi khususnya kepada orang-orang yang masih muda yang merupakan generasi penerus bangsa misalnya anak-anak SMP.
Kenapa kita mengkhususkan pada topik toleransi karna akhir - akhir ini akibat banyaknya konflik seperti teroris toleransi antara umat beragama mulai berkurang orang-orang jadi mudah terprovokasi karna masalah tersebut jadi kita mencoba menanamkan sikap toleransi itu pada kaum muda agar mereka sebagai penerus bangsa tidak mudah terprovokasi dan tidak menjadi orang yang memiliki sikap radikalisme.

F.      Daftar Pustaka
Buku Ajar CB Agama Team CBDC Universitas Bina Nusantara

G.     Lampiran